Disuatu siang yang terik, seorang gadis kecil bermata coklat duduk disebuah ayunan dengan kakak perempuannya. Tiba-tiba gadis kecil itu bertanya, "kak, apa itu impian?". Sang kakak begitu terkejut mendengar pertanyaaan adiknya yang masih berusia 5 tahun. Saat itu sang kakak bingung akan menjawab bagaimana, lalu akhirnya ia menjawab, "impian adalah sesuatu yang indah.. kita hidup untuk mewujudkan impian itu, baik itu hal kecil sampai hal-hal yang kakak rasa sulit untuk diwujudkan". Gadis kecil yang masih berusia 5 tahun itu hanya duduk sambil termenung mendengar jawaban kakak perempuannya. Dalam hati ia tidak mengerti apa yang dibicarakan kakaknya, namun ia tahu satu hal pasti bahwa sang kakak memiliki sebuah impian besar yang belum bisa ia wujudkan. "Senyum kakak.. aku ingin tahu apa maksud senyum kakak" pikir gadis kecil dalam hati. Sang kakak yang menangkap wajah bingung dari adiknya kemudian berkata lagi sambil tersenyum, "mungkin saat ini kamu belum mengerti apa yang kakak katakan, tapi kakak yakin suatu saat kamu akan mengalami apa yang kakak katakan".
10 tahun kemudian...
Disuatu siang yang terik, seorang gadis remaja yang berlari tergopoh-gopoh dibasahi keringat bercucuran di dahinya. Ia tidak peduli dengan tatapan heran orang-orang yang dilewatinya. Tujuannya hanya satu... bertemu sang kakak di taman itu.
Akhirnya, gadis remaja itu telah sampai di taman tempat sang kakak menunggu. Namun ia tak melihat sang kakak di sana. Walau begitu, gadis remaja itu duduk di sebuah ayunan yang sama dengan 10 tahun yang lalu. Diwajahnya tampak jelas menerawang kata-kata kakaknya. Dengan suara lirih disambung derai air mata ia berkata, "kakak..lihatlah.. aku telah berhasil mewujudkan impian kita.. medali emas ini adalah hasil kerja keras kita selama ini kak.. terima kasih karna kakak telah mendukungku selama ini..". Air mata gadis remaja itu tak dapat terbendung lagi, ia mencurahkan isi hatinya dalam diam entah apakah kakaknya mendengar jeritannya ini.
*Flashback 10 tahun yang lalu*
Keesokan harinya setelah percakapan singkat di taman, kakak perempuan gadis kecil itu mengikuti lomba lari marathon nasional di kotanya. Gadis kecil datang untuk memberi dukungan penuh kapada sang kakak. Ia tahu bahwa dari dulu sang kakak ingin sekali mendapatkan medali emas dalam lomba lari marathon nasional. Tapi.. 5 meter sebelum mencapai garis finish, tiba-tiba sang kakak jatuh pingsan. Saat dibawa ke rumah sakit, dinyatakan bahwa ia meninggal dunia. Tanpa sepengetahuan dirinya, ternyata sang kakak menderita sakit jantung. Dokter telah melarangnya untuk berlari lagi, namun sang kakak tetap keras kepala hingga dokter dan keluarga pun angkat tangan. Ya, benar-benar sebuah pukulan besar bagi gadis berusia 5 tahun. Andai kakaknya tadi dapat bertahan, ia pasti akan mendapat medali emas.
Sejak saat itulah gadis kecil tersebut ingin mewujudkan impian kakaknya itu.
Setelah 10 tahun berlalu, gadis kecil yang telah tumbuh menjadi gadis remaja telah berhasil mewujudkan impian kakaknya dan juga impiannya. Sekarang ia tahu arti senyum kakaknya itu. "Kakak benar, impian adalah sesuatu yang indah" katanya dengan senyum lembutnya.
-the end-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar