Ini kira-kira aku alami kurang lebih 8,5 bulan yang lalu.
Suatu hari, saat jam pulang sekolah, tiba-tiba salah seorang sahabatku, Dea, berteriak memanggil namaku sambil berlari menghampiriku yang pada waktu sedang berada di depan kelas tetanggaku. Setelah sampai dihadapanku dia memberikan sesuatu padaku dan berkata,
"ini ada dari D (sebut saja)"
"lho apa ini?",
"jangan dibuang lho. Tadi dia nyuruh aku kasiin ke kamu. Aslinya tadi nggak ada pengirimnya, terus tak tulisin. Lha masa ngasih nggak ada nama pengirimnya. Yaudah ya, jangan dibuang ka".
Akhirnya sahabatku itu pergi meninggalkanku dengan beribu tanya dalam benakku. Sejenak aku memandangi pemberian tadi, permen lollipop kecil berbentuk hati. Di situ ada tulisan
"from: D
to: Ika
Siapapun kamu, ada seseorang yang mengasihi dan memperhatikanmu"
Segera aku simpan permen itu ke dalam saku seragamku. Walaupun ada perasaan bingung, tapi ya sudahlah.
Si D adalah teman sekelas Dea. Aku nggak mengenalnya, tapi entah kenapa teman-temanku dan teman-temannya selalu menggodaku dengannya.
Tak beberapa lama kemudian, si Echa muncul dan berkata "Ayo Ka". Kami pun berjalan menuju ke kantin. Sesampainya di kantin, aku bercerita padanya tentang permen tadi. Responnya begini,
"yek, nggak berani ngasihin sendiri"
"Lha ya itu Cha"
"mana permennya? liat po'o"
Aku kasihkan permen itu dan dia berkata lagi,
"haduh, permen hadiah dari mana ini?"
Aku hanya nyengir. Tiba-tiba dari arah teman-temanku yang lain terdengar teriakan,
"Cieee, Ika rek.. Dari siapa itu Ka?"
Dijawab Echa, "dari pengagum rahasianya Ika"
Teman-temanku sontak bersorak menggodaku. Aku hanya tersenyum saja. Malu.
Sesampainya di rumah, aku bingung tentang permen itu. Apa mau aku makan, aku buang, atau aku simpan? Aku cium baunya. Wah, baunya manis tapi manis dengan pengawet yang berlebihan. Kalau aku menebak, pasti rasanya hambar. Berhubung aku ingat kata-kata temanku tadi, ya akhirnya ku coba makan.
Ternyata benar dugaanku, rasanya manis tapi sesudah itu pahit sekali dan hambar. Tanpa pikir panjang, terpaksa aku buang permen itu. Masa mau aku simpan? Tetapi walau permennya ku buang, tulisannya tidak aku buang. Bahkan sekarang masih tersimpan rapi di laci :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar