Senin, 12 Desember 2011
Hari Ibu
Hari ibu dirayakan setiap tanggal 22 Desember. Mungkin ada yang bertanya "kalau hari ibu ada, mengapa tidak ada hari ayah?". Mungkin pertanyaan itu lebih sering dilontarkan oleh kaum adam. Yang saya bahas di sini adalah menurut cara pandang Islam.
Hari ibu sudah sepatutnya dirayakan karena Islam telah mengajarkan agar kita menghargai jasa seorang ibu. Hal itu telah dibenarkan oleh beberapa hadist yang mengatakan bahwa ibu memiliki hak tiga kali lebih besar daripada ayah, karena jasa ibu amatlah besar dan tak terhingga. Allah SWT telah berfirman di dalam Al Qur'an yang mempunyai arti: "Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya), dan tempo menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibubapamu; dan (ingatlah), kepada Akulah juga tempat kembali (untuk menerima balasan). [Luqman 31:14]" juga "Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibubapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung susah payah dan telah melahirkannya dengan menanggung susah payah. [al-Ahqaf 46:15]".
Dalam firman Allah di atas menjelaskan bahwa pengorbanan ibu dalam melahirkan seorang anak sangatlah besar, bahkan ibu melahirkan seorang anak mempertaruhkan nyawanya. Besar pengorbanan ibu di dalam mengandung, malahirkan, menyusui, dan membesarkan seorang anak. Jadi sudah sepatutnya kita berbakti kepada ibu, lalu yang kedua kepada ayah.
Peringatan hari ibu sendiri sebenarnya hanya bentuk kecil penghargaan untuk seorang ibu, karena sebesar apapun kita berusaha untuk membalas jasa seorang ibu, tidak akan pernah bisa sebesar jasa ibu yang diberikan kepada kita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar