Ini adalah pengalaman pribadiku bersama teman-temanku sewaktu duduk dibangku SMA...
Semua bermula di restoran cepat saji yang berada didekat sekolahku.
Siang itu, aku bersama empat orang kawan perempuanku duduk dibangku dengan dua meja bundar yang berada di area smooking (baca: di luar restoran) dengan dua laptop di depan kami, ditemani es krim dan makanan favorit kami berlima.
Saat itu kami berlima sedang mengerjakan tugas kelompok, lebih tepatnya laporan praktikum biologi dan tugas pelajaran lain (lupa).hehe. Rumah kami yang saling berjauhan membuat kami susah untuk bertatap muka langsung mengerjakan tugas ini, jadi..di sinilah kami berada.
Sembari mengerjakan tugas, seperti biasa, aku mengamati sekelilingku. Tampak anak-anak kecil sekitar kelas dua SD yang ditemani ibu dan ayah mereka keluar dari restoran. Masing-masing dari mereka membawa bingkisan jajan khas anak-anak dan membawa balon. Maklum saja, saat itu memang tengah diadakan pesta ulang tahun di lantai dua restoran tersebut. Aku mengamati wajah anak-anak itu menampakkan keceriaan yang polos dan menggemaskan. Tetapi rupanya ada pemandangan berbeda yang aku temui di sekitar parkiran kendaraan. Tampak beberapa anak laki-laki sekitar usia tujuh tahun berlari-lari dan berteriak sambil membawa payung ke mana-mana. menyadari hal itu, aku refleks melihat langit yang ternyata sudah mulai mendung.
Setengah jam kemudian, belum ada tanda-tanda tugas akan segera selesai, sedangkan langit semakin gelap dan tidak lama kemudian turunlah hujan rintik-rintik disertai angin kencang (baca: hujan badai).
Dengan segera kami berlima berlari membawa laptop dan masuk ke dalam restoran. Untunglah saat kami masuk, kami mendapatkan tempat yang cukup untuk lima orang. Aku perhatikan hujan yang turun sangat deras disertai angin. Lalu tampak pemandangan yang mengejutkanku. Beberapa anak laki-laki yang membawa payung tadi rupanya menyewakan jasa payung untuk mengantar orang-orang yang memerlukan mereka. Ya ampun, padahal hujan sangat deras dan jika aku kehujanan seperti mereka, bisa dipastikan aku langsung sakit. Tetapi hal yang aku rasakan berbeda dengan yang mereka rasakan. Mereka justru dengan ceria menawarkan jasa mereka walaupun badan mereka basah kuyup.
Tak lama kemudian, kami akhirnya selesai mengerjakan tugas, namun hujan belum reda sepenuhnya sedangkan orang tua kami sudah akan tiba di sekolah. ah, kami berlima memang mengerjakan tugas di restoran, tetapi orang tua kami memang sengaja kami suruh menjemput di sekolah. Alhasil kami nekat saja tetap akan berjalan kaki ke sekolah walaupun hujan masih tergolong deras. Waktu itu kami berpikir untuk menyewa jasa payung anak-anak tadi. Beruntunglah ada dua buah payung yang masih dapat kami sewa. Payung yang aku gunakan rupanya cukup besar sehingga mampu memuat tiga orang dari kami. Sedangkan payung satunya digunakan oleh dua orang temanku.
Perjalanan dari restoran cepat saji ke sekolah kami "sebenarnya" dekat, namun karena hujan ini kami harus ekstra hati-hati berjalannya sehingga memperlambat perjalanan. Dari restoran tadi, kami berjalan melewati sebuah gang, yang biasa disebut "gang setan". Kenapa dinamakan begitu? aku sendiri juga kurang paham.hehe. Mungkin karena di gang tersebut banyak warung-warung yang menjadi tempat nongkrong laki-laki berusia dua puluh tahunan dan di situ katanya rawan dengan yang namanya pencopetan, dan semacam "bully" nya seorang lelaki pada wanita (silahkan diterjemahkan sendiri ._.). Oh iya, kembali ke topik. Saat di perjalanan itu, anak kecil yang menyewakan jasa payung justru berlari dan bercanda riang tanpa beban, padahal sekujur tubuh mereka basah kuyup *takjub*.
Setelah melewati hujan badai menerjang gang setan tadi, akhirnya kami sampai di sekolah kami tercinta. Sebelum meninggalkan anak-anak penyewa jasa payung tadi, kami mengucapkan terima kasih disertai dengan memberikan ongkos penyewaan. Sungguh, setelah kejadian itu aku sangat bersyukur dengan apa yang ku miliki. Bahkan kejadian ini sangat membekas di benakku walaupun kejadian ini sudah berlangsung sekitar kurang lebih dua tahun yang lalu :)