Semarang, merupakan kota kelahiranku yang kedua setelah Surabaya. Di sanalah tempat berkumpul keluarga besar dari ayahku jika lebaran tiba,tempat alm.nenekku dimakamkan, dan di sana pula tempat sahabat masa kecilku tinggal setelah kepindahannya dari Surabaya saat kami menginjakkan kaki di kelas 2 SD di SD yang sama.
Jika mendengar kota yang satu ini,aku pasti merindukan Simpang Lima khas kota Semarang dan juga delman atau dokar yang tak pernah aku temui di Surabaya. Tempat ini merupakan salah satu ikon kota yang aku suka sejak kecil. Jika pagi hari disaat weekend dapat ditemui pasar pagi yang menjual aneka makanan dan pakaian, juga terlihat banyak delman yang berjajar di sepanjang jalan. Tetapi jika sore hari tiba, banyak ditemui anak-anak bermain sepatu roda yang disewakan oleh penyewa sepatu roda dadakan. Nah, lain halnya jika malam hari, karena di Simpang Lima ini banyak orang yang menyewakan beraneka sepeda angin atau sepeda onthel dengan berhiaskan lampu warna-warni. Pokoknya tempat ini "recommended" sekali untuk orang yang ingin berliburan ke kota Semarang.
Lalu tempat yang menurutku berkesan lainnya yaitu Lawang Sewu dan kota lama Semarang. Dimulai dari Lawang Sewu. Tempat ini dulunya adalah stasiun pada masa penjajahan Belanda. Di tempat ini pula terdapat penjara bawah tanah yang merupakan tempat untuk rakyat Indonesia yang berhasil ditangkap penjajah. Menurut informasi yang saya dapatkan, penjara bawah tanah ini terbagi menjadi dua, yaitu penjara berdiri dan penjara jongkok, satu sel penjara hanya muat diisi oleh satu orang, dan di penjara bawah tanah ini juga merupakan sumur yang airnya masih mengalir sampai sekarang. Tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Tempatnya bagus untuk berfoto dan juga kaya akan nilai sejarah, jadi sangat cocok bagi yang ingin tahu sejarah peninggalan bangsa Indonesia.
Oh iya, tempat ini tidak menyeramkan kok asalkan kita tidak ada niat buruk ^^
Sedangkan yang terakhir adalah kota lama Semarang. Tempat ini bisa dibilang jauh dari pusat kota karena untuk mencapai ke tempat ini memerlukan waktu yang tidak sebentar. Bangunan di kota lama masih terlihat keasliannya, walaupun mungkin sudah ada beberapa renovasi. Tidak hanya bangunan-bangunan lama yang suguhkan, tetapi ada pula gereja bersejarah yang disebut "Gereja Blendhuk". Dinamakan seperti ini karena atapnya yang kalau orang Jawa menyebutnya "mblendhuk", hmm entahlah bahasa Indonesia-nya apa.hehe.. Setelah keluar dari daerah kota lama, akan terlihat sungai yang luas dan ada jembatan diatasnya, sungguh pemandangan yang indah, seakan-akan bukan berada di perkotaan.