Selasa, 26 Agustus 2014

Kisahku adalah Kisah Untukmu

What is a friend? A single soul ini two bodies  -Aristotle-


Pernahkah anda mencurahkan perasaan pada teman anda? Seberapa sering frekuensinya? Apakah hal itu mempengaruhi hidup kalian?

Pertama-tama, saya akan membahas tentang pengalaman saya selama tiga hari dua malam. Semua bermula dari kegiatan yang diadakan oleh kampus. Kegiatan ini bernama "Exploring My Self Camp".
Dalam kegiatan ini, seluruh peserta diajak untuk mengenali "Siapa saya". Mungkin sebagian orang telah merasa mengenal dirinya, namun tanpa kita sadari pengenalan kita terhadap diri sendiri masih kurang mendalam. Maksudnya adalah ketika kita sudah benar-benar mengenali siapa kita, maka kita dapat dengan mudah menyebutkan kelebihan dan kekurangan kita. Tetapi jika sebaliknya, maka anda belum benar-benar mengenali diri anda.

Singkat cerita, dalam kegiatan yang saya ikuti ini ada beberapa hal yang dapat diambil manfaatnya, yaitu:

1. Tumbuhkan Kepercayaan
Yang dimaksud kepercayaan adalah kepercayaan terhadap diri sendiri dan kepercayaan terhadap orang lain.
Jika kita mau benar-benar mengenali diri kita, maka kita perlu membuka jati diri kita kepada orang lain. Dengan begitu kita akan mengerti apa kelebihan kita, kekurangan kita, serta sifat-sifat kita sehari-hari. Untuk dapat mengetahui itu semua, anda perlu mempercayai seorang teman untuk anda ceritakan tentang anda. Pastikan juga kalau anda mau bersungguh-sungguh bercerita kepada teman tersebut. Hal ini terkadang sulit kita lakukan karena memang tidak mudah bersikap "terbuka", namun hal inilah yang justru kita perlukan. Selain untuk mengetahui siapa kita, sifat terbuka juga diperlukan untuk mencurahkan perasaan yang selama ini terpendam.


2. Jangan menilai orang lain dari tampilan luarnya saja
Jika anda ingin berteman dengan orang yang sebelumnya tidak anda kenal, anda tidak boleh menilai orang tersebut dari tampilan luarnya saja.
Kenali teman baru anda dengan berbagi cerita, atau bahkan hanya sekedar basa-basi. Dengan begitu mungkin yang terlintas dipikiran anda seperti ini "oh ternyata kamu baik ya, tidak seperti yang saya pikirkan". Jika anda merasa demikian berarti sebelumnya anda telah menilai buruk teman anda. Inilah kebiasaan yang tanpa kita sadari telah meracuni diri sendiri. Maka dari itu, mulai sekarang "berhenti menilai orang sebelum anda mengenal orang tersebut".


3. Curhat itu penting
Jaman sekarang banyak remaja curhat atau bercerita pengalamannya kepada teman seusianya, saudaranya, bahkan kepada orang tuanya, entah bercerita apa yang dia rasakan atau apa yang dia alami. Setelah bercerita dan membagi perasaan kepada orang lain, tanpa kita sadari hal ini telah meringankan diri kita dari perasaan-perasaan negatif seperti sedih dan marah. Tentunya apabila anda sering melakukan hal ini maka beban pikiran anda akan berkurang. Tetapi tidak jarang ada orang yang menutup rapat-rapat kisah hidupnya sehingga tidak ada satu pun yang mengetahui. Padahal sikap tertutup dapat mengakibatkan stres, depresi, bahkan penyakit-penyakit lain seperti sakit kepala. Jadi, tidak ada salahnya kita saling berbagi cerita dengan orang lain, bukan?.


4. Berdamailah dengan masa lalumu
Ketika anda mempunyai "masalah" di masa lalu, tanpa kita sadari itu akan menghambat perjalanan anda di masa depan. Tidak percaya? Coba anda renungkan, apakah anda pernah mengalami suatu kejadian tidak menyenangkan pada masa lalu anda? Misalnya saja orang tua anda sering berkata "kamu bodoh, hal seperti ini saja masa tidak bisa kamu kerjakan". Perkataan orang tua ini secara tidak langsung akan menghambat perjalanan anda di masa depan. Suatu saat, jika anda mengalami kegagalan dalam melakukan pekerjaan atau hal apa pun, maka yang terpikir oleh anda adalah "iya benar kata orang tua saya. Bodoh sekali saya, hal begini saja tidak bisa saya kerjakan". Nah, pemikiran seperti inilah yang akan menghambat anda karena anda selalu membenarkan perkataan orang tua anda. Agar anda tidak terjebak dengan masa lalu anda, hal yang dapat anda lakukan adalah menerima pengalaman tidak menyenangkan tersebut hanya sebagai masa lalu, bukan untuk dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Berikan sugesti-sugesti positif dalam diri anda dan buang sugesti-sugesti negatif yang ada dalam diri anda. Tidak ada salahnya juga jika anda berbagi sugeti positif itu kepada orang-orang di sekitar anda, sehingga akan lebih banyak orang yang dapat berdamai dengan masa lalunya.



5. Tentukan tujuan hidup anda
Apakah anda sudah mempunyai tujuan hidup? Seperti apa yang akan anda lakukan besok, lusa, minggu depan, bulan depan, bahkan sepuluh tahun ke depan? Jika anda belum memiliki tujuan tersebut, mari rancang tujuan itu mulai dari sekarang. 
Dengan memiliki tujuan hidup, maka kita akan dengan mudah mengambil keputusan dalam pilihan-pilihan hidup. Misalnya saja anda sudah merancang pendidikan anda setelah lulus SMA, maka anda dapat memilih jurusan kuliah yang anda ambil. Begitu juga jika anda sudah mempunyai tujuan setelah lulus kuliah nanti, maka anda akan dapat bekerja sesuai yang anda inginkan. Tujuan hidup tersebut akan lebih baik apabila ditulis dalam selembar kertas. Ini adalah hal yang sepele, namun seringkali diremehkan.
Padahal dengan anda menuliskan tujuan-tujuan hidup anda pada selembar kertas, itu artinya anda akan melaksanakan tujuan hidup anda dengan sungguh-sungguh. Apabila ditengah perjalanan mencapai tujuan tersebut anda mengalami hambatan, anda akan ingat terus tujuan anda dan akan berusaha mewujudkan tujuan itu. Jika ingin lebih termotivasi, anda dapat merancang tujuan hidup itu bersama-sama orang kepercayaan anda.


Simpulannya, di mana pun kita berada dan apa pun yang terjadi pada kita, tidak akan ada artinya jika kita tidak memiliki yang namanya "teman". Yang dimaksud teman adalah teman sepermainan (peer group), saudara, sahabat, bahkan orang tua. Karena mereka lah anda dapat bertahan dari kerikil kehidupan, hidup anda akan terasa hampa tanpa mereka :)

Jumat, 11 April 2014

"Sejauh mana teman mempengaruhimu?"

Jika ditanya, “apakah kamu mempunyai teman?”. Jawabannya pasti “YA”.


Di era globalisasi seperti saat ini, tentu kita semua mempunyai “teman”. 


Istilah teman bagi anak muda jaman sekarang ada dua, yang pertama adalah “teman nyata”. Yah misalnya saja teman sekolah, teman kuliah, teman nongkrong, teman gaul, teman nge-mall, teman main game, dan sebagainya. Lalu yang kedua adalah “teman tidak nyata”. Yang saya maksud bukan teman dari dunia lain lho. Tapi yang saya maksud adalah teman dunia maya seperti teman facebook, teman twitter, teman instagram, teman path, teman yahoo messenger, teman line, teman whatsapp, dan sebagainya.
Bayangkan saja kalau kita memiliki teman sebanyak itu, pasti kita dianggap sebagai anak gaul, anak mbois, anak keren, bahkan bisa jadi kita mendapat julukan “anak geng” gara-gara kita mempunyai teman yang mengikuti ke mana pun kita pergi.
Ngomong-ngomong soal teman, sebenarnya apa kalian tahu definisi ‘teman’ itu apa?. Menurut sumber terpercaya yang saya dapatkan (baca: wikipedia), definisi persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial.

Sumber: geraeldo.com







Nah, sekarang pertanyaan yang paling penting, “Sejauh mana teman mempengaruhimu?”. Ini merupakan pertanyaan yang paling mudah dijawab tetapi sebenarnya juga pertanyaan mematikan. Tidak percaya?? Coba simak apa yang saya sampaikan.. cekidot.




Semua bermula dari pertama kali saya memasuki jenjang perkuliahan. Saat itu saya merasa asing, nervous, dan seketika berbagai pikiran buruk menyerang saya hingga membuat perut saya mulas (mungkin terdengar lucu, tapi inilah yang saya alami -__-).
Ternyata setelah saya berkenalan dengan beberapa anak, saya berpikir bahwa ‘oh ternyata mereka baik ya, ramah, ramai, menyenangkan’. Padahal waktu itu saya bertemu anak-anak dengan berbagai latar belakang berbeda, ras berbeda, suku berbeda, yang mungkin kebanyakan orang berpikir bahwa ras dan suku berpengaruh dalam kita melihat seseorang sebagai orang seutuhnya (apa ya bahasanya, saya bingung.hehe). Dari apa yang saya alami dan saya rasakan, ternyata berbeda dengan apa yang saya pikirkan sebelumnya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa stereotype (keyakinan mengenai kepribadian seseorang atau kelompok) yang saya pikirkan, berbeda dengan apa yang akhirnya saya alami. Setelah kejadian itu saya berpkir tentang apa yang saya lihat dimasyarakat. Kebanyakan anak muda menilai orang dari tampilan luarnya saja sehingga menimbulkan stereotype. Sebenarnya, perlu kita sadari bahwa stereotype merupakan awal timbulnya diskriminasi (membeda-bedakan orang lain menurut suku dan rasnya). Misalnya, jika kita hanya mau berteman dari etnis tertentu karena kita menganggap buruk etnis lain. Nah, hal ini yang dinamakan stereotype dan berkembang menjadi prejudice (prasangka). Kemudian berkembang lagi menjadi suatu diskriminasi. Apakah kamu sudah mendapat kesimpulan dari apa yang saya sampaikan? Hmmm..baiklah, akan saya terangkan. Jadi kebanyakan dari pemikiran buruk kita dipengaruhi oleh orang lain terutama ‘teman’. Jangan mengelak kalau sebenarnya setengah dari keputusan yang kamu ambil karena pengaruh dari teman-temanmu. Misalkan, kamu membolos karena diajak teman, tidak mengerjakan tugas karena dipengaruhi teman, membeli makanan karena ikut-ikutan teman, ulangan ikut jawaban teman, mengerjakan tugas minta pendapat teman, dan sebagainya. Kebayang kan, bagaimana jadinya jika sebagian besar keputusan kita dipengaruhi teman? Kalau itu baik nggakpapa, tapi lebih baik lagi kita punya pendirian dengan tidak selalu mengikuti perkataan orang lain :) 

Sumber: pengetahuan-dan-hiburan.blogspot.com

Sabtu, 22 Maret 2014

Setitik Harapan dibalik Hujan

Ini adalah pengalaman pribadiku bersama teman-temanku sewaktu duduk dibangku SMA...

Semua bermula di restoran cepat saji yang berada didekat sekolahku.

Siang itu, aku bersama empat orang kawan perempuanku duduk dibangku dengan dua meja bundar yang berada di area smooking (baca: di luar restoran) dengan dua laptop di depan kami, ditemani es krim dan makanan favorit kami berlima.
Saat itu kami berlima sedang mengerjakan tugas kelompok, lebih tepatnya laporan praktikum biologi dan tugas pelajaran lain (lupa).hehe. Rumah kami yang saling berjauhan membuat kami susah untuk bertatap muka langsung mengerjakan tugas ini, jadi..di sinilah kami berada.
Sembari mengerjakan tugas, seperti biasa, aku mengamati sekelilingku. Tampak anak-anak kecil sekitar kelas dua SD yang ditemani ibu dan ayah mereka keluar dari restoran. Masing-masing dari mereka membawa bingkisan jajan khas anak-anak dan membawa balon. Maklum saja, saat itu memang tengah diadakan pesta ulang tahun di lantai dua restoran tersebut. Aku mengamati wajah anak-anak itu menampakkan keceriaan yang polos dan menggemaskan. Tetapi rupanya ada pemandangan berbeda yang aku temui di sekitar parkiran kendaraan. Tampak beberapa anak laki-laki sekitar usia tujuh tahun berlari-lari dan berteriak sambil membawa payung ke mana-mana. menyadari hal itu, aku refleks melihat langit yang ternyata sudah mulai mendung.

Setengah jam kemudian, belum ada tanda-tanda tugas akan segera selesai, sedangkan langit semakin gelap dan tidak lama kemudian turunlah hujan rintik-rintik disertai angin kencang (baca: hujan badai).
Dengan segera kami berlima berlari membawa laptop dan masuk ke dalam restoran. Untunglah saat kami masuk, kami mendapatkan tempat yang cukup untuk lima orang. Aku perhatikan hujan yang turun sangat deras disertai angin. Lalu tampak pemandangan yang mengejutkanku. Beberapa anak laki-laki yang membawa payung tadi rupanya menyewakan jasa payung untuk mengantar orang-orang yang memerlukan mereka. Ya ampun, padahal hujan sangat deras dan jika aku kehujanan seperti mereka, bisa dipastikan aku langsung sakit. Tetapi hal yang aku rasakan berbeda dengan yang mereka rasakan. Mereka justru dengan ceria menawarkan jasa mereka walaupun badan mereka basah kuyup.

Tak lama kemudian, kami akhirnya selesai mengerjakan tugas, namun hujan belum reda sepenuhnya sedangkan orang tua kami sudah akan tiba di sekolah. ah, kami berlima memang mengerjakan tugas di restoran, tetapi orang tua kami memang sengaja kami suruh menjemput di sekolah. Alhasil kami nekat saja tetap akan berjalan kaki ke sekolah walaupun hujan masih tergolong deras. Waktu itu kami berpikir untuk menyewa jasa payung anak-anak tadi. Beruntunglah ada dua buah payung yang masih dapat kami sewa. Payung yang aku gunakan rupanya cukup besar sehingga mampu memuat tiga orang dari kami. Sedangkan payung satunya digunakan oleh dua orang temanku. 

Perjalanan dari restoran cepat saji ke sekolah kami "sebenarnya" dekat, namun karena hujan ini kami harus ekstra hati-hati berjalannya sehingga memperlambat perjalanan. Dari restoran tadi, kami berjalan melewati sebuah gang, yang biasa disebut "gang setan". Kenapa dinamakan begitu? aku sendiri juga kurang paham.hehe. Mungkin karena di gang tersebut banyak warung-warung yang menjadi tempat nongkrong laki-laki berusia dua puluh tahunan dan di situ katanya rawan dengan yang namanya pencopetan, dan semacam "bully" nya seorang lelaki pada wanita (silahkan diterjemahkan sendiri ._.). Oh iya, kembali ke topik. Saat di perjalanan itu, anak kecil yang menyewakan jasa payung justru berlari dan bercanda riang tanpa beban, padahal sekujur tubuh mereka basah kuyup *takjub*. 

Setelah melewati hujan badai menerjang gang setan tadi, akhirnya kami sampai di sekolah kami tercinta. Sebelum meninggalkan anak-anak penyewa jasa payung tadi, kami mengucapkan terima kasih disertai dengan memberikan ongkos penyewaan. Sungguh, setelah kejadian itu aku sangat bersyukur dengan apa yang ku miliki. Bahkan kejadian ini sangat membekas di benakku walaupun kejadian ini sudah berlangsung sekitar kurang lebih dua tahun yang lalu :)

Selasa, 07 Januari 2014

Semarang Kota Penuh Kenangan

Semarang, merupakan kota kelahiranku yang kedua setelah Surabaya. Di sanalah tempat berkumpul keluarga besar dari ayahku jika lebaran tiba,tempat alm.nenekku dimakamkan, dan di sana pula tempat sahabat masa kecilku tinggal setelah kepindahannya dari Surabaya saat kami menginjakkan kaki di kelas 2 SD di SD yang sama. 

Jika mendengar kota yang satu ini,aku pasti merindukan Simpang Lima khas kota Semarang dan juga delman atau dokar yang tak pernah aku temui di Surabaya. Tempat ini merupakan salah satu ikon kota yang aku suka sejak kecil. Jika pagi hari disaat weekend dapat ditemui pasar pagi yang menjual aneka makanan dan pakaian, juga terlihat banyak delman yang berjajar di sepanjang jalan. Tetapi jika sore hari tiba, banyak ditemui anak-anak bermain sepatu roda yang disewakan oleh penyewa sepatu roda dadakan. Nah, lain halnya jika malam hari, karena di Simpang Lima ini banyak orang yang menyewakan beraneka sepeda angin atau sepeda onthel dengan berhiaskan lampu warna-warni. Pokoknya tempat ini "recommended" sekali untuk orang yang ingin berliburan ke kota Semarang. 

Lalu tempat yang menurutku berkesan lainnya yaitu Lawang Sewu dan kota lama Semarang. Dimulai dari Lawang Sewu. Tempat ini dulunya adalah stasiun pada masa penjajahan Belanda. Di tempat ini pula terdapat penjara bawah tanah yang merupakan tempat untuk rakyat Indonesia yang berhasil ditangkap penjajah. Menurut informasi yang saya dapatkan, penjara bawah tanah ini terbagi menjadi dua, yaitu penjara berdiri dan penjara jongkok, satu sel penjara hanya muat diisi oleh satu orang, dan di penjara bawah tanah ini juga merupakan sumur yang airnya masih mengalir sampai sekarang. Tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Tempatnya bagus untuk berfoto dan juga kaya akan nilai sejarah, jadi sangat cocok bagi yang ingin tahu sejarah peninggalan bangsa Indonesia. Oh iya, tempat ini tidak menyeramkan kok asalkan kita tidak ada niat buruk ^^ 

Sedangkan yang terakhir adalah kota lama Semarang. Tempat ini bisa dibilang jauh dari pusat kota karena untuk mencapai ke tempat ini memerlukan waktu yang tidak sebentar. Bangunan di kota lama masih terlihat keasliannya, walaupun mungkin sudah ada beberapa renovasi. Tidak hanya bangunan-bangunan lama yang suguhkan, tetapi ada pula gereja bersejarah yang disebut "Gereja Blendhuk". Dinamakan seperti ini karena atapnya yang kalau orang Jawa menyebutnya "mblendhuk", hmm entahlah bahasa Indonesia-nya apa.hehe.. Setelah keluar dari daerah kota lama, akan terlihat sungai yang luas dan ada jembatan diatasnya, sungguh pemandangan yang indah, seakan-akan bukan berada di perkotaan.

Selasa, 18 Desember 2012

My Secret Admirer

Ini kira-kira aku alami kurang lebih 8,5 bulan yang lalu. Suatu hari, saat jam pulang sekolah, tiba-tiba salah seorang sahabatku, Dea, berteriak memanggil namaku sambil berlari menghampiriku yang pada waktu sedang berada di depan kelas tetanggaku. Setelah sampai dihadapanku dia memberikan sesuatu padaku dan berkata, "ini ada dari D (sebut saja)" "lho apa ini?", "jangan dibuang lho. Tadi dia nyuruh aku kasiin ke kamu. Aslinya tadi nggak ada pengirimnya, terus tak tulisin. Lha masa ngasih nggak ada nama pengirimnya. Yaudah ya, jangan dibuang ka". Akhirnya sahabatku itu pergi meninggalkanku dengan beribu tanya dalam benakku. Sejenak aku memandangi pemberian tadi, permen lollipop kecil berbentuk hati. Di situ ada tulisan "from: D to: Ika Siapapun kamu, ada seseorang yang mengasihi dan memperhatikanmu" Segera aku simpan permen itu ke dalam saku seragamku. Walaupun ada perasaan bingung, tapi ya sudahlah. Si D adalah teman sekelas Dea. Aku nggak mengenalnya, tapi entah kenapa teman-temanku dan teman-temannya selalu menggodaku dengannya.

Tak beberapa lama kemudian, si Echa muncul dan berkata "Ayo Ka". Kami pun berjalan menuju ke kantin. Sesampainya di kantin, aku bercerita padanya tentang permen tadi. Responnya begini, "yek, nggak berani ngasihin sendiri" "Lha ya itu Cha" "mana permennya? liat po'o" Aku kasihkan permen itu dan dia berkata lagi, "haduh, permen hadiah dari mana ini?" Aku hanya nyengir. Tiba-tiba dari arah teman-temanku yang lain terdengar teriakan, "Cieee, Ika rek.. Dari siapa itu Ka?" Dijawab Echa, "dari pengagum rahasianya Ika" Teman-temanku sontak bersorak menggodaku. Aku hanya tersenyum saja. Malu. Sesampainya di rumah, aku bingung tentang permen itu. Apa mau aku makan, aku buang, atau aku simpan? Aku cium baunya. Wah, baunya manis tapi manis dengan pengawet yang berlebihan. Kalau aku menebak, pasti rasanya hambar. Berhubung aku ingat kata-kata temanku tadi, ya akhirnya ku coba makan. Ternyata benar dugaanku, rasanya manis tapi sesudah itu pahit sekali dan hambar. Tanpa pikir panjang, terpaksa aku buang permen itu. Masa mau aku simpan? Tetapi walau permennya ku buang, tulisannya tidak aku buang. Bahkan sekarang masih tersimpan rapi di laci :)