What is a friend? A single soul ini two bodies -Aristotle-
Pernahkah anda mencurahkan perasaan pada teman anda? Seberapa sering frekuensinya? Apakah hal itu mempengaruhi hidup kalian?
Pertama-tama, saya akan membahas tentang pengalaman saya selama tiga hari dua malam. Semua bermula dari kegiatan yang diadakan oleh kampus. Kegiatan ini bernama "Exploring My Self Camp".
Dalam kegiatan ini, seluruh peserta diajak untuk mengenali "Siapa saya". Mungkin sebagian orang telah merasa mengenal dirinya, namun tanpa kita sadari pengenalan kita terhadap diri sendiri masih kurang mendalam. Maksudnya adalah ketika kita sudah benar-benar mengenali siapa kita, maka kita dapat dengan mudah menyebutkan kelebihan dan kekurangan kita. Tetapi jika sebaliknya, maka anda belum benar-benar mengenali diri anda.
Singkat cerita, dalam kegiatan yang saya ikuti ini ada beberapa hal yang dapat diambil manfaatnya, yaitu:
1. Tumbuhkan Kepercayaan
Yang dimaksud kepercayaan adalah kepercayaan terhadap diri sendiri dan kepercayaan terhadap orang lain.
Jika kita mau benar-benar mengenali diri kita, maka kita perlu membuka jati diri kita kepada orang lain. Dengan begitu kita akan mengerti apa kelebihan kita, kekurangan kita, serta sifat-sifat kita sehari-hari. Untuk dapat mengetahui itu semua, anda perlu mempercayai seorang teman untuk anda ceritakan tentang anda. Pastikan juga kalau anda mau bersungguh-sungguh bercerita kepada teman tersebut. Hal ini terkadang sulit kita lakukan karena memang tidak mudah bersikap "terbuka", namun hal inilah yang justru kita perlukan. Selain untuk mengetahui siapa kita, sifat terbuka juga diperlukan untuk mencurahkan perasaan yang selama ini terpendam.
2. Jangan menilai orang lain dari tampilan luarnya saja
Jika anda ingin berteman dengan orang yang sebelumnya tidak anda kenal, anda tidak boleh menilai orang tersebut dari tampilan luarnya saja.
Kenali teman baru anda dengan berbagi cerita, atau bahkan hanya sekedar basa-basi. Dengan begitu mungkin yang terlintas dipikiran anda seperti ini "oh ternyata kamu baik ya, tidak seperti yang saya pikirkan". Jika anda merasa demikian berarti sebelumnya anda telah menilai buruk teman anda. Inilah kebiasaan yang tanpa kita sadari telah meracuni diri sendiri. Maka dari itu, mulai sekarang "berhenti menilai orang sebelum anda mengenal orang tersebut".
3. Curhat itu penting
Jaman sekarang banyak remaja curhat atau bercerita pengalamannya kepada teman seusianya, saudaranya, bahkan kepada orang tuanya, entah bercerita apa yang dia rasakan atau apa yang dia alami. Setelah bercerita dan membagi perasaan kepada orang lain, tanpa kita sadari hal ini telah meringankan diri kita dari perasaan-perasaan negatif seperti sedih dan marah. Tentunya apabila anda sering melakukan hal ini maka beban pikiran anda akan berkurang. Tetapi tidak jarang ada orang yang menutup rapat-rapat kisah hidupnya sehingga tidak ada satu pun yang mengetahui. Padahal sikap tertutup dapat mengakibatkan stres, depresi, bahkan penyakit-penyakit lain seperti sakit kepala. Jadi, tidak ada salahnya kita saling berbagi cerita dengan orang lain, bukan?.
4. Berdamailah dengan masa lalumu
Ketika anda mempunyai "masalah" di masa lalu, tanpa kita sadari itu akan menghambat perjalanan anda di masa depan. Tidak percaya? Coba anda renungkan, apakah anda pernah mengalami suatu kejadian tidak menyenangkan pada masa lalu anda? Misalnya saja orang tua anda sering berkata "kamu bodoh, hal seperti ini saja masa tidak bisa kamu kerjakan". Perkataan orang tua ini secara tidak langsung akan menghambat perjalanan anda di masa depan. Suatu saat, jika anda mengalami kegagalan dalam melakukan pekerjaan atau hal apa pun, maka yang terpikir oleh anda adalah "iya benar kata orang tua saya. Bodoh sekali saya, hal begini saja tidak bisa saya kerjakan". Nah, pemikiran seperti inilah yang akan menghambat anda karena anda selalu membenarkan perkataan orang tua anda. Agar anda tidak terjebak dengan masa lalu anda, hal yang dapat anda lakukan adalah menerima pengalaman tidak menyenangkan tersebut hanya sebagai masa lalu, bukan untuk dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Berikan sugesti-sugesti positif dalam diri anda dan buang sugesti-sugesti negatif yang ada dalam diri anda. Tidak ada salahnya juga jika anda berbagi sugeti positif itu kepada orang-orang di sekitar anda, sehingga akan lebih banyak orang yang dapat berdamai dengan masa lalunya.
5. Tentukan tujuan hidup anda
Apakah anda sudah mempunyai tujuan hidup? Seperti apa yang akan anda lakukan besok, lusa, minggu depan, bulan depan, bahkan sepuluh tahun ke depan? Jika anda belum memiliki tujuan tersebut, mari rancang tujuan itu mulai dari sekarang.
Dengan memiliki tujuan hidup, maka kita akan dengan mudah mengambil keputusan dalam pilihan-pilihan hidup. Misalnya saja anda sudah merancang pendidikan anda setelah lulus SMA, maka anda dapat memilih jurusan kuliah yang anda ambil. Begitu juga jika anda sudah mempunyai tujuan setelah lulus kuliah nanti, maka anda akan dapat bekerja sesuai yang anda inginkan. Tujuan hidup tersebut akan lebih baik apabila ditulis dalam selembar kertas. Ini adalah hal yang sepele, namun seringkali diremehkan.
Padahal dengan anda menuliskan tujuan-tujuan hidup anda pada selembar kertas, itu artinya anda akan melaksanakan tujuan hidup anda dengan sungguh-sungguh. Apabila ditengah perjalanan mencapai tujuan tersebut anda mengalami hambatan, anda akan ingat terus tujuan anda dan akan berusaha mewujudkan tujuan itu. Jika ingin lebih termotivasi, anda dapat merancang tujuan hidup itu bersama-sama orang kepercayaan anda.
Simpulannya, di mana pun kita berada dan apa pun yang terjadi pada kita, tidak akan ada artinya jika kita tidak memiliki yang namanya "teman". Yang dimaksud teman adalah teman sepermainan (peer group), saudara, sahabat, bahkan orang tua. Karena mereka lah anda dapat bertahan dari kerikil kehidupan, hidup anda akan terasa hampa tanpa mereka :)

